Pernah gak sih, kalian merasa sendiri. Benar-benar sendiri, gak ada yang peduli. Ya, itu yang aku rasakan saat ini. Merasa sendiri, mungkin efek tinggal dirantau orang juga sih. Tapi, kali ini benar-benar merasa punya teman pun gak ada. Rasanya mereka semua itu hanya orang yang numpang lewat di kehidupan saya and dont'care.
Pernah gak sih, kalian juga merasa menyesal akan keputusan yang kalian ambil dimasa lalu ? Tapi keputusan itu membuat kamu bisa lebih maju tapi membuat kamu merasa sendiri. Bingung dengan apa yang telah terjadi, merasa iri sama orang yang mengambil keputusan berbeda dengan dirimu di masa lalu.
Saat ini, saya merasa ingin kembali ke masa lalu dimana saya masih kecil. Masa kecil yang indah, punya banyak teman. Yang saya tau hanya bermain dengan semua orang tanpa tahu mereka fake friend or not. Oh God take me back to my childhood.
Mau nangis tapi bingung, alay ya sudahlah, biarkan saja.
Sekarang, aku merasa kenangan indah ku dulu telah direbut sama orang-orang yang baru muncul entah dari mana asalnya. Mereka tiba-tiba ada dan merusak jalan cerita hidupku. Yasudahlah.
Zefanya
Rabu, 15 Mei 2019
Rabu, 07 Maret 2018
Curhat tentang kepergian Jonghyun
18 Desember 2017, aku akan pulang kampung dari tempat ku berkuliah saat ini. Pesawat ku yang semula akan berangkat jam 4 sore ternyata delayed dan harus berangkat pukul 7 malam. 2 jam penerbangan. Dan dalam penerbangan tersebut aku merasa ada yang aneh. Seperti ada sesuatu yang terjadi pada diri ku. Saat dalam penerbangan tersebut hujan turun dan membuat pesawat yang ku tumpangi menjadi goyang. Biasanya ketika aku naik pesawat, dan pesawat goyang aku terkadang merasa biasa-biasa saja. Tapi beda kali ini, aku merasa seperti ada kematian didepan ku yang akan menghampiri ku. Aku berdo'a agar kejadian yang ku fikirkan tidak akan terjadi. Hingga pesawat mendarat aku masih merasa kematian tersebut akan ada. Setelah turun dari pesawat dan menuju pengambilan barang, sambil menunggu barang ku keluar, aku mengaktifkan handphone ku. Banyak pesan yang masuk. Aku bingung pesan apa ini ? Dan ternyata pesan yang sangat diluar harapan ku, dan tidak pernah terlintas difikiran ku sedetik pun. Jantung ku rasanya tiba-tiba berhenti. Banyak teman ku yang mengirimkan pesan kepada ku, menanyakan apakah berita tersebut benar dan berita tersebut adalah tentang kematian Jonghyun. Aku kaget dan shock hingga tidak mempedulikan barang ku lagi, apakah sudah lewat atau belum. Orang-orang bertanya kepada ku apakah ini betul, tapi aku tidak tahu. Aku mulai mencari kebenarannya, dan berita itu benar adanya. Malam itu ketika ku tiba pada pukul 10 malam, berita masih simpang siur, ada yang mengatakan Jonghyun masih dalam penanganan medis dan ada yang mengatakan Jonghyun sudah tidak ada. Aku betul-betul bingung. Aku coba menenangkan hati dan fikiran ku sendiri. Malam itu aku harus masih menempuh perjalan darat menggunakan mobil selama 7-8 jam. Malam itu aku merasa aku benar-benar sendiri. Aku merasa sangat lelah dan ingin beristirahat. Aku coba menutup mata ku perlahan-lahan berharap aku bisa tertidur, tapi ketika mata ku tertutup semua kenangan Shinee dengan 5 member semua terlintas difikiran ku dan membuat ku ingin meneteskan air mata, tapi air mata ku sendiri tidak ingin menetes. Aku kembali coba untuk memejamkan mata ku, tidak bisa. Kenangan itu kembali muncul dan terlihat sangat jelas sehingga itu seperti kenyataan. Ku putuskan untuk tidak tidur, aku mengaktifkan HP ku dan kembali mencari kabar, dan akhirnya kabar yang tidak ku harapkan muncul, kabar kepergian Jonghyun itu nyata, Hati ku seperti hancur berkeping-keping, aku memikirkan perasaan 4 member lainnya. Seperti apa yang mereka rasakan saat itu, rasanya aku ingin pergi untuk memeluk mereka satu persatu.
Hampir 8 jam perjalanan ku lewati dengan hati yang hancur. Aku tiba dirumahku, namun tak ada orang. Aku sendiri. Ku coba kembali mencerna semua berita semalam, berharap itu hanyalah sebuah mimpi bagiku. Tidak. Ini nyata. Ini bukan mimpi seperti yang aku harapkan, dan akhirnya aku menangis sejadi-jadinya. Aku sudah tidak bisa menahan air mata ku lagi. Ku keluarkan semua tangisan ku hingga aku tertidur. Ketika aku bangun aku mencari kabar itu lagi, masih dengan harapan yang sama, berharap itu hanya sebuah mimpi. Dan lagi, aku disadarkan itu bukanlah mimpi, aku kembali menangis, hatiku benar-benar hancur saat itu. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa perasaan yang saat itu dirasakan oleh orang tua Jonghyun dan kakaknya serta Onew, Key, Minho dan Taemin. Aku berharap ada disana untuk menghibur mereka.
Sampai saat ini aku masih berharap kejadian itu hanyalah permainan semata dan bukan nyata. Aku masih belum iklas, masih belum bisa menerima kenyataannya.
Hampir 8 jam perjalanan ku lewati dengan hati yang hancur. Aku tiba dirumahku, namun tak ada orang. Aku sendiri. Ku coba kembali mencerna semua berita semalam, berharap itu hanyalah sebuah mimpi bagiku. Tidak. Ini nyata. Ini bukan mimpi seperti yang aku harapkan, dan akhirnya aku menangis sejadi-jadinya. Aku sudah tidak bisa menahan air mata ku lagi. Ku keluarkan semua tangisan ku hingga aku tertidur. Ketika aku bangun aku mencari kabar itu lagi, masih dengan harapan yang sama, berharap itu hanya sebuah mimpi. Dan lagi, aku disadarkan itu bukanlah mimpi, aku kembali menangis, hatiku benar-benar hancur saat itu. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa perasaan yang saat itu dirasakan oleh orang tua Jonghyun dan kakaknya serta Onew, Key, Minho dan Taemin. Aku berharap ada disana untuk menghibur mereka.
Sampai saat ini aku masih berharap kejadian itu hanyalah permainan semata dan bukan nyata. Aku masih belum iklas, masih belum bisa menerima kenyataannya.
Belajar Bersyukur
9 Februari 2018 aku mengumpulkan berkas ku untuk mendapatkan beasiswa yang akan meringankan beban kuliah ku. Penuh semangat dan tekat berharap aku bisa mendapatkan beasiswa itu. Aku berjalan menelusuri koridor kampus dengan semangatnya, hingga saatnya tanggal 12 Februari 2018 merupakan tanggal untuk wawancara beasiswa tersebut. Tak henti-hentinya aku berdoa agar wawancara boleh berjalan dengan baik, dan akhirnya aku bisa melalui wawancara tersebut. Seminggu aku menunggu untuk hasil wawancara tersebut dan aku mendapatkan kabar diluar harapan ku, aku tidak mendapatkan beasiswa itu. Kecewa mungkin sudah pasti itu yang aku rasakan saat itu, tapi aku bisa belajar besyukur. Aku tidak bisa mendapatkan beasiswa itu namun aku masih bisa bersyukur kepada Tuhan atas hasil tersebut, walaupun itu bukanlah kabar yang baik. Aku belajar untuk berfikir positif saja, mungkin bukan saatnya aku mendapatkan beasiswa itu tapi mungkin ada yang lebih membutuhkannya dari pada ku. Aku bangga pada diriku, aku bersyukur atas usaha ku, dan aku senang karena bisa tetap bersyukur dalam keadaan yang tidak aku harapkan.
Rabu, 19 Oktober 2016
My Big Dream
Setiap orang pasti memiliki sosok yang mereka idola kan. Begitu pun dengan aku. Aku mengidola kan artis asal Korea Selatan. Sebuah grup yang debut pada tahun 2008 silam, yaitu Shinee. Aku begitu menyukai salah satu personil nya yaitu Choi Minho.
Berharap kelak untuk bertemu mereka, itu juga merupakan mimpi setiap orang untuk bertemu idola mereka. Ingin mengikuti dan menonton live konser Shinee merupakan impian terbesar ku saat ini sebagai fan. Aku terkadang merenung, seandainya aku terlahir di keluarga yang dengan mudahnya mendapatkan uang mungkin aku telah berkali-kali menonton konser Shinee secara live. Kembali ke dunia nyata, aku lebih berfikir dan menginginkan menonton konser Shinee secara live dengan uang hasil tabungan ku sendiri. Aku mulai bertekad dan berniat untuk menabung berharap uang tabungan ku kelak cukup untuk mengikuti dan menonton konser Shinee. Belum sebulan aku bertekad, kabar Shinee yang akan datang ke Indonesia muncul, mereka akan datang ke Indonesia bulan November dan sekarang adalah pertengahan bulan Oktober. Dimana aku harus mendapatkan uang untuk ikut konser mereka ? Uang tabungan ku saja belum cukup dan jauh dari kata cukup, kata hati ku yang selalu berkata ketika mengingat mereka akan datang ke Indonesia.
Aku lebih ingin berfikir positif, mungkin ini belum saatnya aku melihat mereka secara langsung. Suatu saat aku pasti akan melihat mereka secara langsung dan mengikuti konser mereka. Tak ingin menyerah untuk terus menabung berharap ketika mereka kembali lagi ke Indonesia uang tabungan ku telah cukup.
Niat itu dimulai dari hati. Di mana ada niat, disitu ada jalan :) Fighting ^^
Berharap kelak untuk bertemu mereka, itu juga merupakan mimpi setiap orang untuk bertemu idola mereka. Ingin mengikuti dan menonton live konser Shinee merupakan impian terbesar ku saat ini sebagai fan. Aku terkadang merenung, seandainya aku terlahir di keluarga yang dengan mudahnya mendapatkan uang mungkin aku telah berkali-kali menonton konser Shinee secara live. Kembali ke dunia nyata, aku lebih berfikir dan menginginkan menonton konser Shinee secara live dengan uang hasil tabungan ku sendiri. Aku mulai bertekad dan berniat untuk menabung berharap uang tabungan ku kelak cukup untuk mengikuti dan menonton konser Shinee. Belum sebulan aku bertekad, kabar Shinee yang akan datang ke Indonesia muncul, mereka akan datang ke Indonesia bulan November dan sekarang adalah pertengahan bulan Oktober. Dimana aku harus mendapatkan uang untuk ikut konser mereka ? Uang tabungan ku saja belum cukup dan jauh dari kata cukup, kata hati ku yang selalu berkata ketika mengingat mereka akan datang ke Indonesia.
Aku lebih ingin berfikir positif, mungkin ini belum saatnya aku melihat mereka secara langsung. Suatu saat aku pasti akan melihat mereka secara langsung dan mengikuti konser mereka. Tak ingin menyerah untuk terus menabung berharap ketika mereka kembali lagi ke Indonesia uang tabungan ku telah cukup.
Niat itu dimulai dari hati. Di mana ada niat, disitu ada jalan :) Fighting ^^
Senin, 17 Oktober 2016
Bersyukur
Tidak terasa akhirnya aku sudah menduduki bangku perkuliahan. Tahun ini adalah tahun pertama ku di perguruan tinggi di salah satu perguruan swasta di Yogyakarta.
Belum setahun aku di sini, aku telah mendengar banyak cerita tentang keluarga dan diri teman baru ku. Salah satu cerita yang begitu membuat ku tertarik adalah ketika mereka bercerita tentang kedua orang tuanya. Ada yang bercerita betapa kedua orang tuanya begitu mencintai dan mengasihi mereka sejak mereka kecil hingga saat ini. Namun, tidak semua yang telah bercerita memiliki kisah indah dengan kedua orang tua mereka. Aku memiliki seorang teman yang telah kehilangan seorang ibu ketika dia masih berumur sangat mudah. Waktu itu ia kehilangan sosok ibu yang begitu menyayangi nya. Aku tidak tahu jelas apa yang mengakibatkan ibunya meninggal.
Ada juga yang bercerita tentang ayahnya. Ayahnya yang meninggal ketika dia duduk di kelas 1 SMP. Namun yang sangat disayangkan adalah ia tidak pernah melihat wajah ayahnya sendiri. Ia bercerita bahwa sejak ia berumur 9 bulan, ayahnya telah meninggalkan ia bersama ibunya. Sontak aku merasa kasihan dan ingin menangis mendengar ceritanya. Ada yang mengganjal ketika ia bercerita ingin mencari pekerjaan, ia ingin bekerja sambil kuliah. Ternyata dibalik itu ia memiliki alasan untuk membantu ibunya yang sendiri yang membiayai kehidupannya.
Mendengar begitu banyak cerita, aku berfikir dan merasa bahwa aku adalah orang yang sangat beruntung. Memiliki kedua orang tua yang begitu menyayangi ku dan memberikan kasih sayang yang begitu banyak sejak aku masih di kandungan hingga saat ini. Terkadang aku tidak pernah bersyukur memiliki orang tua yang menyayangi ku. Sejak aku mendengar banyak cerita aku mulai bersyukur kepada Tuhan telah memberikan ku orang tua yang begitu menyayangi ku.
Begitu banyak orang di luar sana yang membutuhkan dan menginginkan kasih sayang dari kedua orang tua mereka, maka dari itu aku harus lebih bersyukur.
Pesan moral dari cerita ini adalah mari kita untuk selalu bersyukur akan apa yang ada didalam hidup kita ini. Karena apa yang kita miliki belum tentu orang lain miliki. Apa yang kita sia-siakan banyak orang yang membutuhkannya. Selalu lah bersyukur dan jangan pernah mengeluh :))
Belum setahun aku di sini, aku telah mendengar banyak cerita tentang keluarga dan diri teman baru ku. Salah satu cerita yang begitu membuat ku tertarik adalah ketika mereka bercerita tentang kedua orang tuanya. Ada yang bercerita betapa kedua orang tuanya begitu mencintai dan mengasihi mereka sejak mereka kecil hingga saat ini. Namun, tidak semua yang telah bercerita memiliki kisah indah dengan kedua orang tua mereka. Aku memiliki seorang teman yang telah kehilangan seorang ibu ketika dia masih berumur sangat mudah. Waktu itu ia kehilangan sosok ibu yang begitu menyayangi nya. Aku tidak tahu jelas apa yang mengakibatkan ibunya meninggal.
Ada juga yang bercerita tentang ayahnya. Ayahnya yang meninggal ketika dia duduk di kelas 1 SMP. Namun yang sangat disayangkan adalah ia tidak pernah melihat wajah ayahnya sendiri. Ia bercerita bahwa sejak ia berumur 9 bulan, ayahnya telah meninggalkan ia bersama ibunya. Sontak aku merasa kasihan dan ingin menangis mendengar ceritanya. Ada yang mengganjal ketika ia bercerita ingin mencari pekerjaan, ia ingin bekerja sambil kuliah. Ternyata dibalik itu ia memiliki alasan untuk membantu ibunya yang sendiri yang membiayai kehidupannya.
Mendengar begitu banyak cerita, aku berfikir dan merasa bahwa aku adalah orang yang sangat beruntung. Memiliki kedua orang tua yang begitu menyayangi ku dan memberikan kasih sayang yang begitu banyak sejak aku masih di kandungan hingga saat ini. Terkadang aku tidak pernah bersyukur memiliki orang tua yang menyayangi ku. Sejak aku mendengar banyak cerita aku mulai bersyukur kepada Tuhan telah memberikan ku orang tua yang begitu menyayangi ku.
Begitu banyak orang di luar sana yang membutuhkan dan menginginkan kasih sayang dari kedua orang tua mereka, maka dari itu aku harus lebih bersyukur.
Pesan moral dari cerita ini adalah mari kita untuk selalu bersyukur akan apa yang ada didalam hidup kita ini. Karena apa yang kita miliki belum tentu orang lain miliki. Apa yang kita sia-siakan banyak orang yang membutuhkannya. Selalu lah bersyukur dan jangan pernah mengeluh :))
Langganan:
Komentar (Atom)