Rabu, 07 Maret 2018

Curhat tentang kepergian Jonghyun

18 Desember 2017, aku akan pulang kampung dari tempat ku berkuliah saat ini. Pesawat ku yang semula akan berangkat jam 4 sore ternyata delayed dan harus berangkat pukul 7 malam. 2 jam penerbangan. Dan dalam penerbangan tersebut aku merasa ada yang aneh. Seperti ada sesuatu yang terjadi pada diri ku. Saat dalam penerbangan tersebut hujan turun dan membuat pesawat yang ku tumpangi menjadi goyang. Biasanya ketika aku naik pesawat, dan pesawat goyang aku terkadang merasa biasa-biasa saja. Tapi beda kali ini, aku merasa seperti ada kematian didepan ku yang akan menghampiri ku. Aku berdo'a agar kejadian yang ku fikirkan tidak akan terjadi. Hingga pesawat mendarat aku masih merasa kematian tersebut akan ada. Setelah turun dari pesawat dan menuju pengambilan barang, sambil menunggu barang ku keluar, aku mengaktifkan handphone ku. Banyak pesan yang masuk. Aku bingung pesan apa ini ? Dan ternyata pesan yang sangat diluar harapan ku, dan tidak pernah terlintas difikiran ku sedetik pun. Jantung ku rasanya tiba-tiba berhenti. Banyak teman ku yang mengirimkan pesan kepada ku, menanyakan apakah berita tersebut benar dan berita tersebut adalah tentang kematian Jonghyun. Aku kaget dan shock hingga tidak mempedulikan barang ku lagi, apakah sudah lewat atau belum. Orang-orang bertanya kepada ku apakah ini betul, tapi aku tidak tahu. Aku mulai mencari kebenarannya, dan berita itu benar adanya. Malam itu ketika ku tiba pada pukul 10 malam, berita masih simpang siur, ada yang mengatakan Jonghyun masih dalam penanganan medis dan ada yang mengatakan Jonghyun sudah tidak ada. Aku betul-betul bingung. Aku coba menenangkan hati dan fikiran ku sendiri. Malam itu aku harus masih menempuh perjalan darat menggunakan mobil selama 7-8 jam. Malam itu aku merasa aku benar-benar sendiri. Aku merasa sangat lelah dan ingin beristirahat. Aku coba menutup mata ku perlahan-lahan berharap aku bisa tertidur, tapi ketika mata ku tertutup semua kenangan Shinee dengan 5 member semua terlintas  difikiran ku dan membuat ku ingin meneteskan air mata, tapi air mata ku sendiri tidak ingin menetes. Aku kembali coba untuk memejamkan mata ku, tidak bisa. Kenangan itu kembali muncul dan terlihat sangat jelas sehingga itu seperti kenyataan. Ku putuskan untuk tidak tidur, aku mengaktifkan HP ku dan kembali mencari kabar, dan akhirnya kabar yang tidak ku harapkan muncul, kabar kepergian Jonghyun itu nyata, Hati ku seperti hancur berkeping-keping, aku memikirkan perasaan 4 member lainnya. Seperti apa yang mereka rasakan saat itu, rasanya aku ingin pergi untuk memeluk mereka satu persatu.
Hampir 8 jam perjalanan ku lewati dengan hati yang hancur. Aku tiba dirumahku, namun tak ada orang. Aku sendiri. Ku coba kembali mencerna semua berita semalam, berharap itu hanyalah sebuah mimpi bagiku. Tidak. Ini nyata. Ini bukan mimpi seperti yang aku harapkan, dan akhirnya aku menangis sejadi-jadinya. Aku sudah tidak bisa menahan air mata ku lagi. Ku keluarkan semua tangisan ku hingga aku tertidur. Ketika aku bangun aku mencari kabar itu lagi, masih dengan harapan yang sama, berharap itu hanya sebuah mimpi. Dan lagi, aku disadarkan itu bukanlah mimpi, aku kembali menangis, hatiku benar-benar hancur saat itu. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa perasaan yang saat itu dirasakan oleh orang tua Jonghyun dan kakaknya serta Onew, Key, Minho dan Taemin. Aku berharap ada disana untuk menghibur mereka.
Sampai saat ini aku masih berharap kejadian itu hanyalah permainan semata dan bukan nyata. Aku masih belum iklas, masih belum bisa menerima kenyataannya.

Belajar Bersyukur

9 Februari 2018 aku mengumpulkan berkas ku untuk mendapatkan beasiswa yang akan meringankan beban kuliah ku. Penuh semangat dan tekat berharap aku bisa mendapatkan beasiswa itu. Aku berjalan menelusuri koridor kampus dengan semangatnya, hingga saatnya tanggal 12 Februari 2018 merupakan tanggal untuk wawancara beasiswa tersebut. Tak henti-hentinya aku berdoa agar wawancara boleh berjalan dengan baik, dan akhirnya aku bisa melalui wawancara tersebut. Seminggu aku menunggu untuk hasil wawancara tersebut dan aku mendapatkan kabar diluar harapan ku, aku tidak mendapatkan beasiswa itu. Kecewa mungkin sudah pasti itu yang aku rasakan saat itu, tapi aku bisa belajar besyukur. Aku tidak bisa mendapatkan beasiswa itu namun aku masih bisa bersyukur kepada Tuhan atas hasil tersebut, walaupun itu bukanlah kabar yang baik. Aku belajar untuk berfikir positif saja, mungkin bukan saatnya aku mendapatkan beasiswa itu tapi mungkin ada yang lebih membutuhkannya dari pada ku. Aku bangga pada diriku, aku bersyukur atas usaha ku, dan aku senang karena bisa tetap bersyukur dalam keadaan yang tidak aku harapkan.